bctegal

Modus Penipuan Ajakan Kawin


Posted : 19 Mar 2020

Dewasa ini globalisasi menawarkan banyak kemudahan bagi masyarakat, salah satunya pertukaran informasi dan barang yang semakin mudah bahkan antarnegara.

            Sayangnya, disamping semua kemajuan yang ditawarkan globalisasi, ada saja pihak nakal yang memanfaatkan keterbukaan akses untuk melakukan tindak kriminal, salah satunya penipuan.

            Sudah setahun lamanya saya menjadi seorang petugas Layanan Informasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), tepatnya di Kantor Bea Cukai Tegal, selama itu banyak kisah penipuan yang sudah saya dengar lewat pengaduan masyarakat.

            Sengaja kisah ini saya angkat agar menjadi pembelajaran bagi para pembaca agar lebih waspada dalam setiap transaksi keuangan, apalagi transaksi terhadap orang tak dikenal.

 

            Saat itu sekitar bulan Maret 2019, seorang wanita berumur datang ke kantor kami dan meminta konsultasi terkait barang kiriman, beliau mengaku bahwa barang kiriman calon suaminya yang berada di Afganistan tertahan di Bea Cukai Batam.

            Sebelumnya perlu saya jelaskan bahwa beliau sudah setahun lamanya berkenalan dengan seorang pria melalui akun jejaring sosial Facebook, pria tersebut memperkenalkan dirinya sebagai seorang tantara Amerika yang tengah dikirim ke Afganistan. Waktu berjalan dan hubungan wanita tersebut dengan si pria kian akrab hingga akhirnya beranjak pada obrolan serius soal pernikahan.

            Sampai tahun 2019, si pria berkata bahwa ia akan memutuskan untuk pindah ke Indonesia menjemput “sang pujaan hati” dengan dalih bahwa Amerika sudah tidak lagi ramah untuk warga negara beragama muslim.

            Awal Maret 2019, si pria berkata kepada wanita tersebut bahwa ia sudah mengirimkan paket ke Indonesia melalui Batam dengan tujuan akhir Tegal yang berisi uang tunai dan emas batang sebagai modal membangun rumah di Indonesia. Namun sayangnya paket tersebut ditahan oleh petugas Bea Cukai Batam, jelas si pria kepada calon istrinya.

            Si pria meminta calon istrinya untuk membayarkan segala jenis pajak yang diminta petugas Bea Cukai dengan total mencapai belasan juta rupiah. Wanita tersebut sudah sempat datang ke bank dan mencoba berbicara ke Teller bahwa ia hendak membayarkan sejumlah uang ke Bea Cukai, namun Teller tersebut kebingungan karena memang tidak ada pembayaran ke rekening Bea Cukai, yang ada hanyalah pembayaran ke rekening kas negara menggunakan kode billing. Akhirnya petugas bank menyarankan untuk datang ke kantor kami dan berkonsultasi.

            Kembali ke Tegal – Kami sempat meminta nomor resi pengiriman atau bukti tagihan untuk barang yang dimaksud, namun ia mengaku tidak memilikinya karena calon suaminya berkata bahwa dokumen tersebut dibawa pihak pengirim, padahal lazimnya, untuk setiap pengiriman, pihak Pengusaha Jasa Titipan (PJT) selalu memberikan salinan yang memuat nomor resi/pengiriman.

            Dengan dasar tersebut dan cerita yang diutarakan wanita ini, saya mencoba memberitahu dengan perlahan bahwa wanita ini tengah menjadi korban penipuan, namun wanita ini pada awalnya cukup bersikukuh bahwa ia tidak mungkin ditipu, pasalnya calon suamnya selalu mengirimkan foto-foto kegiatannya, dan ketika melakukan video call memang orang tersebut yang dilihatnya, ia juga bersikukuh bahwa penipu tidak mungkin seniat ini sampai menjalin hubungan selama setahun lamanya.

            Di tengah percakapan kami, si pria mengirimkan pesan WA yang berisi “jika tidak bisa kirim lewat bank, transfer saja ke nomor rekening ini xxxxxxx atas nama Bea Cukai Batam”

            Kondisi tersebut memperkuat dugaan kami bahwa pria ini adalah seorang penipu, pasalnya Bea Cukai tidak pernah meminta pungutan negara melalui rekening pribadi. Setiap pembayaran Bea Masuk, Cukai, maupun pajak dalam rangka impor selalu dibayarkan melalui rekening kas negara menggunakan kode billing, bukan rekening pribadi, bahkan sekarang pembayaran ke kas negara dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi tokopedia, sekali lagi, bukan kepada akun pribadi.

            Setelah dijelaskan demikian, wanita tersebut paham dan mulai menerima kenyataan. Kami yang bertugas tentu paham betul apa yang dirasakan wanita ini, perasaan cinta yang dibangun selama setahun ternyata serupa racun yang menusuk secara perlahan.

            “Yasudah, saya ndak mau hubungan lagi berhubungan sama orang ini, Masnya bisa bantu saya ndak?” ujar si wanita dengan nada putus asa yang masih sedikit terasa. Akhirnya kami menyanggupi permintaannya, kami meminta si wanita untuk melakukan video call kepada mantan calon suaminya tersebut. Tak lama, panggilan diangkat, setelah itu wanita tersebut menyodorkan hp-nya kepada petugas, setelah melihat kami dengan berseragam Bea Cukai, si pria segera menutup panggilan tersebut. Artinya, sudah jelas…

 

            Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari kejadian tersebut, membuka pertemanan sebanyak-banyaknya memang bagus, namun alangkah lebih baiknya agar selektif dalam pergaulan, terlebih lagi di media sosial, jangan langsung menaruh kepercayaan penuh kepada orang yang bahkan belum pernah kamu temui (yang sudah ditemui saja kadang menipu).

            Jangan terlalu membuka data dirimu di media sosial, karena dari situlah penipu melakukan pemetaan calon korban.

            Selalu waspada pada transaksi keuangan, apalagi yang nilainya hingga jutaan rupiah, selalu cari metode pembayaran yang aman terlebih untuk orang yang belum kamu kenal dengan baik.

            Selalu minta resi atas pengiriman dari luar negeri, karena dengan nomor resi kamu dapat mengetahui keberadaan barang kiriman tersebut, apakah barang tersebut nyata atu fiktif dan sudah sampai dimana posisinya.

            Jika kamu mendapatkan kiriman (baik dari kerabat di luar negeri atau online shop dari luar negeri) dan terhadap kiriman tersebut diberitahukan terkena tagihan Bea Masuk serta pajak, maka mintalah (1) Surat Tagihan, (2) Kode Billing, karena Bea Cukai tidak pernah memungut tagihan selain melalui rekening kas negara.

            Jika ada pertanyaan lainnya seputar barang kiriman, jangan ragu untuk menghubungi Call Center DJBC di 1500 225

           

 

Sekian.



Dibaca : 96 kali

Komentar

    belum ada komentar

Tulis Komentar


Masukan kode berikut
Jika kode tidak tampak, refresh browser anda.

Kode Acak



Jumlah Komentar : 0
Untitled Document
Untitled Document

Hak Cipta KPPBC TMP C Tegal | Peta Situs
KPPBC TMP C Tegal Jl. Sumbawa No 2 Tegal, Jawa Tengah Telp. (0283) 323311