bctegal

Road Show di 5 Kelurahan : Begini Cara Mudah Ketahui Pita Cukai Palsu dan S


Posted : 19 Mar 2020

TEGAL (14/3/2020) -- Dalam rangka pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Sekda Kota Pekalongan mengadakan sosialisasi ketentuan di bidang Cukai pada 5 kelurahan di Kota Pekalongan pada tanggal 3 sampai dengan 10 Maret 2020.

Dalam kesempatan tersebut secara beturut-turut Bea Cukai Tegal menjadi narasumber pada acara sosialisasi yang bertempat di Kelurahan Gamer, Kelurahan Sukoduwet, Kelurahan Panjang Wetan, Kelurahan Banyurip, dan Kelurahan Kuripan Kertoharjo.

Pada beberapa sosialisasi tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Sekda Kota Pekalongan Sri Rumningsih dan Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz.

Pada kesempatan tersebut Sekda Kota Pekalongan mengundang para pedagang rokok di kelurahan-kelurahan tujuan, dengan harapan agar setelah mengikuti sosialisasi tersebut para pedagang rokok memahami bagaimana pentingnya memberantas peredaran rokok ilegal serta tahu bagaimana membedakan rokok yang legal dan ilegal.

Mengingat para pedagang tidak memungkinkan untuk mengikuti sosialisasi pada siang hari, maka kelima sosialisasi tersebut dilaksanakan pada malam hari selepas shalat isya.

Dijelaskan oleh Lucia Itaning Prasetya dan Bambang Kristiawan bahwa tujuan utama pengenaan cukai bukanlah semata karena penerimaan negara, namun lebih kepada ranah mengendalikan konsumsinya dan mengawasi peredarannya.

Dalam pita cukai yang asli ada 11 unsur yang pasti tercantum di dalamnya, yaitu (1) lambang garuda pancasila, (2) lambang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, (3) angka tahun anggaran, (4) jumlah isi kemasan, (5) jenis hasil tembakau, (6) tarif cukai per batang, (7) harga jual eceran per bungkus, (8) hologram, (9) tulisan “cukai hasil tembakau”, (10) tulisan “Indonesia” – dalam hal rokok dibuat di Indonesia, dan (11) personalisasi – untuk pabrik rokok menengah ke bawah.

Bambang menjelaskan bahwa salah satu jenis kecurangan yang dilakukan pabrikan rokok nakal adalah dengan menempelkan pita cukai yang bertarif rendah kepada bungkus rokok yang seharusnya bertarif lebih tinggi. Contohnya pita cukai yang dipesan untuk rokok SKT (sigaret kretek tangan) dilekatkan ke bungkus SKM (sigaret kretek mesin).

Untuk mengetahui apakah pemakaian pita tersebut salah, maka perlu diperhatiakan jenis hasil tembakau yang tertera di pita yang tertera di bungkus rokok, apabila berbeda jenis yang dicantumkan maka pita cukai tersebut dapat dikatakan salah peruntukan.



Dibaca : 15 kali

Komentar

    belum ada komentar

Tulis Komentar


Masukan kode berikut
Jika kode tidak tampak, refresh browser anda.

Kode Acak



Jumlah Komentar : 0
Untitled Document
Untitled Document

Hak Cipta KPPBC TMP C Tegal | Peta Situs
KPPBC TMP C Tegal Jl. Sumbawa No 2 Tegal, Jawa Tengah Telp. (0283) 323311