bctegal

Tingkatkan pengawasan lewat mekanisme pendaftaran IMEI


Posted : 29 Jun 2020

Disadari maupun tidak, maraknya penyelundupan gadget ilegal yang telah terjadi selama bertahun tahun memberikan dampak kerugian negara serta menimbulkan persaingan yang tidak sehat di pasaran Indonesia.

Karenanya, pemerintah mulai menata peraturan baru terkait pemasukan barang elektronik berupa HKT (Handphone, Komputer Genggam, dan Tablet) untuk menutup celah masuknya HKT ilegal. Kebijakan terkait pemasukan HKT ke Indonesia telah ditindak lanjuti oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan mengelurakan PER-5/BC/2020 tentang Tata Cara Pemberitahuan dan Pendaftaran IMEI atas Perangkat Telekomunikasi dalam Pemberitahuan Pabean.

Secara singkat, peraturan tersebut menggambarkan bahwa terdapat beberapa jalur resmi untuk memasukkan HKT ke dalam daerah pabean Indonesia, yaitu (1) impor dari luar daerah pabean, (2) dengan mekanisme barang kiriman, (3) dengan mekanisme barang bawaan penumpang, (4) dikeluarkan dari Kawasan Berikat, atau (5) dikeluarkan dari Kawasan Bebas.

Tidak seperti dugaan masyarakat bahwa semua HKT harus didaftarkan IMEI-nya, aturan ini berlaku untuk HKT yang diaktifkan setelah tanggal 18 April 2020, sehingga untuk HKT yang sudah diaktifkan sebelum 18 April dan belum terdaftar di Kemenperin diberikan pengampunan.

Secara teknis, Importir, pengusaha kawasan berikat atau pengusaha pos berkewajiban untuk mendaftarkan nomor IMEI HKT pada saat menyerahkan pemberitahuan pabean, sehingga kewajiban pengurusan pendaftaran IMEI bukan berada pada pengguna akhir (end user).

Namun berbeda dengan HKT yang dibawa sendiri oleh orang dari luar daerah pabean (luar negeri), pengguna wajib mendaftarkan nomor IMEI-nya dengan mengisi formulir melalui web www.beacukai.go.id ataupun melalui aplikasi mobile Bea Cukai yang tersedia di Play Store.

“Tapi bagaimana kalau hp saya Iphone? Kan tidak bisa mendownload aplikasi Mobile Bea Cukai di Play Store?” – pendaftaran IMEI HKT baru bisa dilakukan di perangkat lain, atau dapat juga dilakukan pendaftaran IMEI melalui website sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.

Pendaftaran dapat dilakukan saat menunggu keberangkatan di negara asal atau sesaat setelah tiba di Indonesia, setelah mendaftarkan dan mendapatkan barcode, penumpang dapat menyampaikannya ke petugas Bea Cukai di terminal kedatangan, bersamaan dengan penyerahan Customs Declaration.

Dilansir dari Detik.com, peraturan tersebut memberikan angin segar kepada pengusaha resmi dalam menghindari persaingan yang tidak sehat. Menurut Djatmiko Wardoyo, direktur marketing dan komunikasi Erajaya Group, aturan tersebut memberikan dampak positif diantaranya (1) meningkatkan pendapatan negara, (2) adanya perlindungan konsumen karena dengan diberlakukannya aturan tersebut produk HKT dijamin dengan garansi, (3) adanya iklim investasi yang baik bagi para distubutor dan reseller resmi. Diakuinya juga bahwa aturan tersebut sudah berdampak pada meningkatnya penjualan Iphone di dalam negeri karena adanya legalitas yang resmi yang diakui oleh pemerintah.

Guna memeriksa keterdaftaran IMEI di Kemeprin RI, anda bisa mengakses imei.kemenperin.go.id dan memasukkan nomor IMEI anda di laman tersebut, dan apabila anda tidak tahu berapa nomor IMEI anda, maka anda dapat memeriksanya dengan menekan tombol *#06# di ponsel anda.



Dibaca : 10 kali

Komentar

    belum ada komentar

Tulis Komentar


Masukan kode berikut
Jika kode tidak tampak, refresh browser anda.

Kode Acak



Jumlah Komentar : 0
Untitled Document
Untitled Document

Hak Cipta KPPBC TMP C Tegal | Peta Situs
KPPBC TMP C Tegal Jl. Sumbawa No 2 Tegal, Jawa Tengah Telp. (0283) 323311